Home > INDONESIAN > Komitmen > Penilaian Sosial Kemasyarakatan

Penilaian Sosial Kemasyarakatan

Sebagai bagian dari kajian Tahap 1 ESHIA, Penilaian Sosial Kemasyarakatan diluncurkan pada tahun 2009 untuk memberikan informasi dalam merumuskan kerangka kerja perencanaan sosial terpadu. survei lapangan dilakukan di 16 desa yang berlokasi di Kecamatan Weda (11 desa) dan Kecamatan Wasile Selatan (5 desa).

Populasi

Hasil dari sensus nasional terakhir (Mei 2010) menunjukkan bahwa 1.035.000 jiwa tinggal di Provinsi Maluku Utara, 575.000 diantaranya tinggal di pulau Halmahera.

  • Penduduk di Kabupaten Halmahera Tengah berjumlah 42.740 termasuk 6.656 jiwa yang tinggal di Kecamatan Weda; 3.929 di Weda Tengah dan 6.190 di Kecamatan Weda Utara. Di Kecamatan Weda, jumlah penduduk sekitar 18.000 jiwa yang diperkirakan terdiri dari 73% suku Sawai dan 13% keturunan jawa. Mayoritas penduduk adalah beragama Muslim sementara sisanya adalah Kristen.
  • Penduduk di Kabupaten Halmahera Timur berjumlah 72.800, termasuk 11.000 jiwa di Kecamatan Wasile Selatan dimana program pengembangan penduduk telah dilaksanakan di enam desa. Kecamatan Wasile selatan dengan total jumlah penduduk sekitar 4.000 jiwa pada tahun 2008 terutama terdiri dari kelompok etnis Tobelo (75%), Gorap (10%), Sanger (10%), lainnya (5%) termasuk warga keturunan Jawa dan Bugis.
    Komposisi agama didominasi oleh Kristen (76%), sementara sisanya adalah Muslim (24%).

Pada tahun 2010, total jumlah penduduk (perkiraan) di 21 desa “berpotensi terkena dampak” oleh Proyek adalah sekitar 18.000 jiwa, dengan rata-rata populasi sebesar 850 penduduk per desa.

social_assessment.jpg

Ekonomi

Kegiatan ekonomi utama di sebagian besar desa tersebut adalah pertanian, dengan perikanan sebagai pendapatan tambahan bagi beberapa keluarga. Fasilitas kesehatan, di sebagian besar kasus, kurang memadai karena kurangnya jumlah dokter dan perawat. Dalam hal pendidikan, mayoritas penduduk telah menyelesaikan pendidikan dasar, tapi akses untuk mendapatkan pendidikan tinggi masih terbatas. Mengenai infrastruktur dan prasarana, survei menemukan bahwa listrik publik tidak tersedia di area proyek, dan bahwa jalan-jalan memiliki kondisi yang buruk, terutama jalan-jalan yang menghubungkan desa-desa.

survei juga mencakup informasi yang terkait dengan harapan penduduk setempat terhadap proyek. Diketahui bahwa masyarakat mengharapkan terutama peluang kerja di Proyek dan kesempatan untuk peningkatan peluang usaha yang terkait dengan proyek, perbaikan prasarana, dan dukungan masyarakat. Kekhawatiran akan “hilangnya budaya” yang diakibatkan oleh para pendatang adalah dampak negatif yang diperkirakan paling menyebar luas.

Artikel terkait : Provinsi Maluku Utara, Indonesia

survei-survei ini terpadu dalam Laporan Penilaian Sosial Kemasyarakatan yang akan menjadi bagian dari kajian-kajian tahap 1 ESHIA dan, memberikan informasi penting untuk perancangan dan pelaksanaan secara terus menerus Rencana Pengembangan Masyarakat.